Cinta=Karya
Aku terbangun dari mimpiku yang
indah, ya mungkin didalam mimpi ini kehidupan berpihak padaku aku bisa
menuliskan skenario mimpiku sendiri. Tapi tampaknya dunia nyata tak sama dengan
dunia mimpi didunia nyata aku tak dapat menulis sendiri skenario hidupku,
skenario kehidupanku diatur oleh tuhan, tuhan telah menuliskan skenario buat
setiap makhluk hidupnya dan setiap makhluk hidup mempunyai peran tersendiri
dalam cerita ada yang bahagia ada pula yang menyedihkan, ya mungkin yang terakhir
itulah skenario hidupku yang kujalanni didunia nyata ini, pahit, pedih, dan tidak
menyenangkan. Pernah aku menyalahkan tuhan atas apa yang aku alami, hidupku
sangat membosankan tapi dengan berjalannya waktu aku sudah tak mempermasalahkan
soal itu lagi, aku sekarang mengerti jika kita sudah mengetahui nasib kita
buruk dan kita mempunyai kemauan untuk merubahnya dan menyerahkan kepada allah,
pasti tuhan akan mendengar kemauan kita. Itulah yang kualami saat ini.
Kubuka pintu kamarku, kudapati
papa sudah duduk dikursi rotan tuanya bersama koran dan secangkir kopi diatas
meja yang sudah siap menemani pagi papa. Aku melewatinya tanpa menyapanya
sambil mengusap mata dan menguap. Sesekali aku berbalik badan untuk melihat
papa, dalam hati aku berkata “wah tampaknya papa telah dihipnotis pagi ini”.
Kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi yang berada pada bagian paling belakang
rumah (ya iyalah paling belakang kalo bagian depan itu ruang tamu) hehe.
Sebelum kekamar mandi aku melewati dapur, tampaknya mama sedang memainkan
penggorengan, mamaku jago banget
kalau soal masak-memasak pokok makananya tuh ajib bingit, mama menoleh kearahku
“sayang baru bangun? Cepetan
mandi keburu siang!”
“hhhmmtt” jawabku singkat
Tampaknya aku mencium bau harum yang
lezat, aku mengendus-ngendus seperti kucing mencari bau harum itu. Ternyata bau
itu berasal dari makanan mama yang telah masak, ada tiga potong tempe yang
berada dipiring diatas meja, aku berencana untuk mengutil makanan rakyat
tersebut, dan langsung aku mengambil jurus kucing mengambil tempe. Wah jurusku
tampaknya berasil kubawa dua potong tempe itu kedalam kamar mandi. Sekitar
setengah jam aku mandi, lama bingitz
ya mandinya, biasa kalau udah ketemu kamar mandi pasti males keluar biasa cewek
hehe. Ya seperti bidadari yang diceritakan dalam cerita jaka tingkir tapi bedanya
bidadarinya ini udah modern gak perlu mandi disungai cukup dikamar mandi ini.
Setelah mandi aku mengenakan seragamku dan jilbab sekolahku dan menyantap satu
piring nasi goreng buatan mama. Dan langsung tancap gas menuju mobil yang sudah
terpakir untukku. Hehe mobil temen ku.
“eh zahra loe ikut lomba cerpen buat
ultah sekolah gak?”
“gimana ya.. aku lagi males nulis
nih”
“pasti lagi galau lagi?”
“he’em nih.”
“masalah rahman lagi?”
“iya nih, gue kangen sama dia”
“loe itu gimana sih, kalo loe sayang
sama dia yo mbok bilang aja. Apa susahnya sih”
“gengsi dong,
masak cewek ngungkapin perasaanya ke cowok kalo gue sih ogah banget. Harga diri
bro”
“hah harga diri??
Gak salah denger gue. Bukanya cewek sekarang banyak yang ngungkapin perasaanya
dulu ke cowok”
“itu kan cewek
diluar, kalau gue beda, gue pantangan kalau ngungkapin perasaan atau nembak
cowok duluan bro. Walaupun aku suka sama seseorang aku akan memendam rasa itu,
biar cowok itu yang datang kegue. And sekarang gue udah menemukan tambatan hati
gue yang membawaku berkarya dan diakui oleh dunia. Ya seperti inilah,
percayalah bahwa semua karya yang kutulis itu sebab dari cinta. Aku akan
menunggu cintanya sambil mengejar impianku menjadi penulis terkenal”
“oke.. kau sering
banget cerita itu kegue. Ini intinya loe jadi ikut lomba kagak sih?”
“iyalah gue ikut.
Demi cita-citaku”
“bilang aja mau
dari tadi, gak usah gue denger cerita loe, sampe mulut loe berbusa-busa gitu,
capek gue dengerinnya. Tenang kalau entar beneran ikut gue sampein ke tim
jurnalis sekolah deh”
“hehe maaf terbawa
suasana, oke entar malem gue ngelembur nulis”
Oh ya ngomong-ngomong soal hoby,
hobyku menulis dan membaca aku suka menulis karangan seperti cerpen, novel, dan
artikel. Sebenarnya aku tak tahu kapan aku menyukai menulis karangan, tapi
seingatku hobyku ini kutekuni sejak aku duduk dibangku MTS dulu. Aku ingat
betul saat aku merasakan kisah kasih sekolah dulu (cinta monyet) orang-orang
bilang sih seperti itu. Aku dulu suka sama sesosok cowok namanya Rahman, dia
satu kelas denganku waktu kelas delapan menurutku dia adalah sosok pria
idamanku. Aku tak tahu mengapa aku bisa menyukainya. Hanya satu alasan, dia
membuatku menjadi baik dan mejadikanku sesok wanita yang diakui oleh dunia karena
cinta, yah walaupun aku tak dapat memilikinya sampai sekarang, tapi semua itu gak jadi masalah bagiku, yang penting
aku bisa menyukainya dan mengahasilkan karya-karya karena dia. Rahman itu sosok
pria yang sangat baik hati, murah senyum, dan rajin ibadah, dari sikapnya itu
yang membuatku yakin bahwa dialah pasangan yang tepat bagiku J. Oh ya sikapnya itu sama yang dimiliki idolaku
siapa lagi kalau bukan nabi Muhammad SAW beliau adalah sosok laki-laki yang
diutus allah untuk menyampaikan wahyu allah yaitu kitab suci Al-Qur’an. Banyak yang
kudengar dari cerita-cerita beliau kisah yang sangat menyentuh hati. Dalam
menjalani kehidupan keluarganya beliau mempunyai 12 istri yang sholehah keduabelas
istrinya itu adalah sayyidah khotijah, sayyidah aisyah, sayyidah hafshoh, ummu
salamah, ummu habibah, sayyidah saudah, sayyidah zainab, sayyidah zainab,
sayyidah maimunah, juwairiyah, sayyidah sofiyah, dan maria qibtiah. Nabi muhammad sangat menyayangi istri-istrinya,
bersikap romantis, lemah lembut, menghargai derajat wanita, dan mempunyai sikap
adil terhadap semua istri-istrinya. Wah pokok beliau pria yang di idam-idamkan
banyak wanita, beda dengan cowok-cowok zaman sekarang mereka sering menyakiti
hati wanita, sering merendahkan kaum wanita mereka semua tidak tahu bahwa
wanita itu diciptakan bukan untuk disakiti tapi disayanyi. Aku heran dengan cowok-cowok
zaman sekarang tapi ya udah mau gimana lagi realita dalam kehidupan seperti
itu, tapi sih menurutku cowok yang mempunyai sikap yang hampir mirip seperti nabi
Muhammad adalah R A H M A N. Eh jangan bilang-bilang ya soal ini gak ada yang
tau kalau aku menyukai Rahman hanya Rio yang tau temenku yang kuajak ngobrol
dimobil tadi.
Tampaknya malam ini dingin sekali
aku lupa untuk menutup jendela kamarku kusambar jaket tebalku ku selimutkan
dibadanku dan mengarahkan langkahku kejendela kayu itu. Malam ini bintang
bertaburan dilangit kuarahkan pandanganku kelangit yang ditaburi gemerlap
cahaya bintang, aku tau diantara gemerlap cahaya itu ada satu cahaya yang
paling terang yaitu kamu ingin rasanya aku menggapai bintang itu tapi bibir ini
mulai bergetar saat angin manyentuh dengan lembutnya. Kututup jendela itu dan
langsung mengarah pada kursi kayu yang sebelumya kududuki. Entah sudah satu jam
lamanya aku duduk dikursi ini, tapi tak ada satupun ide yang terbesit dalam
otaku untuk judul lomba cerpen sekolahku. Layar monitor pada laptopku pun
lama-lama mulai menjadi mati gara-gara gak kusentuh sama sekali pada mousenya.
Kusangga kepalaku diatas meja dan sambil memikirkan judul apa yang pas untuk
cerpenku. Kuarahkan pandanganku pada setumpuk buku-buku karanganku dulu yang
menjadikanku diakui oleh dunia yang berada di pojok meja belajarku. Kubuka
lembaran demi lembaran yang usang dimakan waktu kujelajahi kembali cerita
cintaku lewat buku-buku ini. Entah mengapa setelah membaca buku-buku itu jemari
tanganku langsung menari diatas keyboard pada laptopku aku menulis puisi yang
kuberi judul“Cinta=Karya” . dalam otakku aku bertanya mengapa aku menulis
puisi? Padahalkan lomba besokan cerpen tapi tampaknya jemariku tak menghiraukan
pertanyaan itu.
|
Cinta=Karya
untaian kata
telah
ku ukir diatas
kertas
goresan tinta
angan-angan
telah kuluapkan
diatas
lembaran putih
bergaris
rasa suka,
sayang, cinta
hanya bisa ku
ungkapkan dalam karya
dengan cinta
aku berkarya
dengan cinta
aku bertemu tokoh ternama
dengan cinta
aku mendunia
dengan cinta
aku bisa mewujudkan cita
pernah aku
bertanya pada cinta
apa yang aku
dapat dari cinta
dan cinta
menjawab
Bercinta=Berkarya
|